Prevalensi ibu hamil HIV di Thailand menurun
dari 2 % di tahun 1990 menjadi 0.6 % di tahun 2015 dan penularan HIV dari ibu
ke anak menurun dari 20-40 % menjadi 1.9 %. Penggunaan ARV pada program PPIA
meningkat dari 64.6 % di 1998 menjadi 95.6 % di tahun 2015.
Intip-intip apa yang Kementerian Kesehatan
Masyarakat (MOPH) dan instansi lainnya lakukan yuk:
1. Motto: Selamatkan
anak dari AIDS
2. Pemerintah
bilang anak itu investasi bagi masa depan, 1 anak positif HIV akan menjadi
beban sosial dan ekonomi
3. Pemerintah
mendukung penuh dana program HIV-AIDS dengan hanya 4% dari donasi
4. Sistem
informasi yang terintegrasi dengan -Sistem Pengawasan dan Intervensi HIV the Perinatal HIV Intervention Monitoring
System (PHIMS) dan layanan Pencegahan Penularan HIV dari ibu ke anak-(PPIA)
5. Tes HIV
pada semua ibu hamil pada ANC pertama
6. Bebas
Susu formula hingga 12 bulan untuk bayi dari ibu positif
7. Kepemimpinan
dan kerjasama Multi sektor, pemerintan dan non-pemerintah. Seperti, program
donasi Zidovudine dari Palang Merah Thailand
8. Produksi
ARV dalam negri dan tidak dikapilisasi farmasi swasta-
GENERIK HANYA $ 360- RP 4 JUTA/PASIEN/TAHUN
GENERIK HANYA $ 360- RP 4 JUTA/PASIEN/TAHUN
9. Komitment
media masa dan politik dalam program Kondom dan lain lain
10. Operasi
Sesar menjadi pilihan saja untuk kondisi tertentu: telat terdeteksi, telat
pengobatan ARV, viral load> 1000,
tidak patuh ARV, tidak ANC dll
11. Proses melahirkan normal (vaginal delivery) yang invasive seperti menggunakan vacum, foetal scalp electrodes, forceps extraction (menggunakan alat forcep), vacuum extraction (vakum) and artificial membrane rupture (proses memberikan obat untuk mempercepat membrane menipis) dihindari. Memotong jalur lahir (episiotomy) dilakukan pada saat yang tepat untuk meminimalisir si bayi untuk terexpose darah dan cairan ibu
11. Proses melahirkan normal (vaginal delivery) yang invasive seperti menggunakan vacum, foetal scalp electrodes, forceps extraction (menggunakan alat forcep), vacuum extraction (vakum) and artificial membrane rupture (proses memberikan obat untuk mempercepat membrane menipis) dihindari. Memotong jalur lahir (episiotomy) dilakukan pada saat yang tepat untuk meminimalisir si bayi untuk terexpose darah dan cairan ibu
11. Kurikulum
sekolah tentang kesehatan reproduksi dan HIV oleh Kementerian kesehatan
masyarakat
12. Workshop
intensif untuk semua tenaga kesehatan tentang hal-hal terkait pelayanan dan
pencegahan HIV di layanan kesehatan dan pendidikan mereka
13. Tenaga kesehatan
yang telah terlatih menjadi konsultan untuk wilayah kerjanya
14. Kontrasepsi
Ganda, Kondom dan kontrasepsi lainnya
Penulis : Usa Thisyakorn (2016),
Elimination of mother-to-child transmission of HIV: lessons learned from success in Thailand
Full text:
https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/20469047.2017.1281873
To cite this
article: Usa Thisyakorn (2017) Elimination of mother-to-child transmission of
HIV: lessons learned from success in Thailand, Paediatrics and International
Child Health, 37:2, 99-108, DOI: 10.1080/20469047.2017.1281873


No comments:
Post a Comment