Saya banyak dengan beliau, dan saya telah bertemu dengan beliau 3x selama saya belajar ilmu kehidupan dengan beliau. Pada saat yang sama saya lagi hamil 8 bulan, Juni 2017.
Ya, beliau mengajarkan saya, akan pentingnya kepedulian tenaga kesehatan terhadap semua pasiennya, termasuk pasien dengan positif HIV.
Saya berdoa banyak lagi regenerasi tenaga kesehatan seperti beliau yang tidak hanya peduli terhadap pasienya positif HIV tetapi juga menginspirasi teman-teman sejawat untuk peduli dengan pasien HIV.
Ya, terkadang sungguh disayangkan, masih minim dari kalangan tenaga kesehatan yang akan tersenyum lebar dan melayani dengan hati ketika sang ibu positif membuka status HIV mereka, tapi generasi tenaga kesehatan peduli ODHA, tetap ada dan akan terus bertambah dengan adanya video ini. Dan saya yakin, seringkali diskriminasi itu tidak sengaja diantara kalangan tenaga kesehatan, mereka cuma ingin melindungi diri dari tertular HIV, atau melindungi teman mereka untuk perlindungan maksimal ketika ada pasien HIV, ya itu manusiawi. Atau pun terkadang, diskriminasi itu ada di dalam pasien positif sendiri, takut di diskriminasi, takut ketahuan ada orang lain yang kenal mereka, ketakutan tidak dilayani kalau pun beliau buka status HIV, ya kita harus paham, sulitnya hidup dengan HIV di kalangan masyarakat Indonesia yang masing kurang 'Update' pengetahuan terkait HIV.
Tetapi terkadang saya salut sama ibu positif HIV, EGP...Emang Gue Pikirin, yang penting anak-anakku dan aku sehat, gituch ajach...
Disini, tidak untuk saling menyalahkan, tetapi saling mendukung dan intropeksi bersama, bagaimana ke depan yang lebih baik, memutus rantai penularan HIV pada generasi selanjutnya, Bayi tak berdosa itu....
Terimakash dokter Amir, itu sapaan yang akrab bagi para ibu positif HIV di Palembang yang telah melahirkan dengan beliau.
Beliau tidak pernah bertanya sepanjang perjalanan hamil hingga kelahiran anak saya, Ibu dapet HIVnya dari mana, tetapi beliau hanya melayani saya dan memotivasi saya,
anak ibu bisa tidak tertular HIV.........
Putri, 30 tahun, HIV positif dan suami positif HIV, anak sudah berusia- 5 tahun bebas HIV
Aku ini anak aku sehat.......
Mulan, 28 tahun, Suami pertama positif (meninggal)
Suami kedua negatif HIV, anak 3 bulan
PESAN MORAL DR AMIR FAUZI, SPOG (k): MERANGKUL ODHA, Kenapa tidak??
Untuk petugas kesehatan, kasus HIV adalah kasus yang sangat ditakuti,
tetapi sebenarnya tidak perlu ditakuti karena kalau kita takut,
Kita akan seperti seorang yang berkelahi : akan lebih enak kalau kita
berkelahi berhadap-hadapan daripada kita dipukul dari belakang. Nah, seperti
itu juga pasien HIV, pasien HIV itu kalau mereka tidak mengaku, itu seperti
kita dipukul dari belakang. Kalau mereka mengaku, kita berhapan dan kita lebih
waspada untuk menanganinya. Sehingga, kalau pasien HIV ini dirangkul, mereka
juga akan lebih terbuka dan kita juga lebih aman menangani pasien ini, lebih
waspada daripada kalau mereka tidak mengaku. Sebagai pengidap HIV maka, lebih
tidak aman bagi kita apalagi dengan pelayanan kesehatan yang tidak standar,
kalau pasien kita layani dengan standar yang baku, kita pun akan lebih
terlindungi. Daripada mereka tidak mengaku, maka yang lebih ditekankan bahwa
penularan untuk anaknya akan lebih tinggi kalau mereka tidak mengaku, soalnya
pelayanan untuk persalinan pada ibu hamil dengan ibu hamil dan yang lainnya itu
lebih cenderung ada sedikit perlakuan khusus, sehingga penularannya akan lebih
sedikit. Jadi untuk petugas kesehatan, marilah bersama-sama kita merangkul
pasien HIV ini agar penularan kepada generasi selanjutnya, pada anak-anaknya
akan lebih sedikit dan minimal sekali.
For health workers, HIV case
is a very scary disease dreaded case, but it really is not to be
feared because if we are afraid of this disease.
Dealing with HIV is similar
to a BOXING or a FIGHT, We will be like a fight: it would be great if we fight a battle face to face to fight rather than we are punched beaten from behind.
Thus, if these HIV patients
are embraced, they will also be more openly and we are also safer to treat them
deal with these patients, more precautionary vigilant than if they disclose
their HIV status do not confess. As
HIV patients, it is more unsafe for us especially with non-unstandard health services, if
our patients are treated serve with standard health services, we will be better protected
Rather than they are disclose their HIV status.
it is more emphasized that
the HIV transmission to their children will increase will be higher if they disclose their
HIV do not confess, because the
services for delivery in pregnant women with HIV positif positive differ with HIV-negative pregnant women, they need wilthan other pregnant women are more likely to have a special
treatment, so the HIV transmission will decrease. So for Finally, for all health workers, let us together embrace these HIV
patients in order to decrease the transmission to the next generation.
No comments:
Post a Comment